Pada suatu ketika, ada seseorang yang tertidur karena mabuk. Ia berada jauh dari rumahnya dan ditemani seorang sahabatnya. Sahabat itu tinggal bersamanya agak lama, namun akhirnya ia harus meninggalkannya karena harus melanjutkan perjalanan. Karena sahabat itu khawatir orang itu dapat menghadapi kesukaran-kesukaran yang mungkin saja terjadi setelah ditinggalkannya, ia pun meninggalkan sebutir permata yang sangat berharga yang diletakan di pakaian orang mabuk itu.
Ketika orang mabuk itu siuman, ia tidak menyadari bahwa sahabat baiknya itu meninggalkan batu permata yang amat berharga dalam pakaiannya. Ia mengembara dalam kemiskinan dan kelaparan dari tempat yang satu ke tempat yang lain untuk berusaha kembali ke rumahnya selama beberapa waktu lamanya.
Beberapa tahun kemudian setelah mereka berpisah, orang miskin itu bertemu lagi dengan sahabatnya. setelah mendengarkan kisah orang sial yang penuh kepedihan itu, sahabatnya kemudian menceritakan tentang batu permata yang selama ini berada dalam pakaiannya.
Demikian pula banyak diantara kita mengembara dipenuhi dengan kepedihan dan penderitaan dalam hidup. Tak kita tidak sadari bahwa dalam diri kita terpendam suatu permata yang sangat berharga, harta karun yang tak ternilai dari Tuhan.